Mendengar sebuah lagu yang menceritakan tentang kita.
Benar, kita memang sementara ini sedang terbelenggu waktu,
Mencoba tawar menawar dengan keadaan.
Saat ini aku ingin berhenti, berhenti merindukan yang bukan
milikku lagi.
Aku tentu saja tak bisa melupakan rindu.
Memang bertemu denganmu hanya memantik bara api rindu.
Tapi tanpamu, aku masih saja rapuh.
Aku kesulitan melangkah di tahap dimana aku bisa menerima ini
kenyataan hidup.
Hidup memang harus berlanjut, tapi apa kau lupa lara ini
sebelumnya adalah kebahgiaan kita berdua?
Jangan pernah tanyakan kebahgiaanku.
Karena takkan pernah berubah,
Kau adalah jawaban dari kebahagiaanku.
Sementara, aku selalu coba menyadarkan hatiku.
Mematikan setiap asa yang sejak lama kuhidupi bersama jiwaku.
Menjauhkan segala kebencianku ttgmu.
Aku tak pernah bisa menutup hariku tanpa air mata krnamu.
Jika kau pikir tangisku akan hilang setelah kepergianmu, kau
salah besar.
Justru memperparah malam-malamku.
Bahagiakah kau disana?
Apa mungkin jawaban yang sama itu ttgku?
Ini adalah kekecewaan terbesarku.
Saat seseorang menyerah tanpa alasan.
Saat setiap detik yang kuhabiskan demi cinta,
pupus tinggal kenangan.
Aku harus katakan apa pada harapan?
Bukan aku yang ingin terhenti,
Tapi nyali kecilmu yang menghentikan
mimpi



